Pertanyaan.
Bolehkah Perusahaan Melarang Karyawanya Melamar Kerja Di Tempat Lain?

Jawaban;
Untuk ini bisa dibaca dan dicari dulu di UU nomor 13 Tahun 2013 tentang ketenagakerjaan. Tapi untuk lebih jelas saya ambil kutipan pasal 31

Pasal 31 UU Ketenagakerjaan diatur:
Setiap tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memilih, mendapatkan, atau pindah pekerjaan dan memperoleh penghasilan yang layak di dalam atau di luar negeri.
Disini saat karyawan menyampaikan niatnya untuk berpindah pekerjaan, biasanya, dalam banyak situasi, perusahaan akan memberikan 2 pilihan
  1. Mengundurkan diri/resign, dimana aturannya adalah one month notice, jangka waktu sebulan sebelum nonaktif bekerja.
  2. PHK dari pihak perusahaan.
Berkaitan dengan PHK, Pasal 153 ayat (1) UU Ketenagakerjaan mengatur sebagai berikut:
Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan:
  1. pekerja/buruh berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus-menerus;
  2. pekerja/buruh berhalangan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi kewajiban terhadap negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  3. pekerja/buruh menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya;
  4. pekerja/buruh menikah;
  5. pekerja/buruh perempuan hamil, melahirkan, gugur kandungan, atau menyusui bayinya;
  6. pekerja/buruh mempunyai pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan dengan pekerja/buruh lainnya di dalam satu perusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama;[1]
  7. pekerja/buruh mendirikan, menjadi anggota dan/atau pengurus serikat pekerja/serikat buruh, pekerja/buruh melakukan kegiatan serikat pekerja/serikat buruh di luar jam kerja, atau di dalam jam kerja atas kesepakatan pengusaha, atau berdasarkan ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama;
  8. pekerja/buruh yang mengadukan pengusaha kepada yang berwajib mengenai perbuatan pengusaha yang melakukan tindak pidana kejahatan;
  9. karena perbedaan paham, agama, aliran politik, suku, warna kulit, golongan, jenis kelamin, kondisi fisik, atau status perkawinan;
  10. pekerja/buruh dalam keadaan cacat tetap, sakit akibat kecelakaan kerja, atau sakit karena hubungan kerja yang menurut surat keterangan dokter yang jangka waktu penyembuhannya belum dapat dipastikan.
Berdasarkan pasal tersebut, PHK karena mencari pekerjaan baru tidak termasuk alasan dilarangnya PHK, berarti perusahaan boleh melakukan PHK.
Jadi, PHK dapat dilakukan oleh perusahaan atas dasar karyawan mendaftar kerja. Namun perusahaan tidak boleh melarang karyawan untuk mendaftar kerja di tempat lain tersebut karena hal ini bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tapi dalam prakteknya di kenyataan, kebanyakan perusahaan ga sekejam itu kok jika karyawan ketahuan masih sebatas mencari atau masih dalam proses mendaftar saja, kan baru sekedar cari dan belum tentu juga diterima. Saran saya jika atasan orangnya santai, bisa dibicarakan dulu gimana baiknya, dan jangan lupa beritahukan ke perusahaan tujuan anda mendaftar tentang status anda yang masih aktif bekerja, intinya selalu jujur, daripada harus bohong sana sini yang efeknya malah memperburuk keadaan nantinya.

Jika pada akhirnya diterima, segera negosiasikan pengunduran diri di kantor lama, dan segera lapor ke kantor baru(tujuan) mengenai kapan bisa aktif bekerja, biasanya aturan one month notice itu jadi acuan. Jangan kuatir, selama karyawan bisa berkomunikasi dengan baik gabakal ada masalah berarti.

Sumber kutipan : Ulasan lengkap : Hukumnya Jika Perusahaan Melarang Karyawannya Melamar di Tempat Lain

Postingan terkait:

loading...