Apakah Taubat Nasuha Itu?

Taubat adalah penyesalan dalam hati, sedangkan "nasuha" merupakan nomina dengan pola faul yang mengandung makna "sangat" maksudnya sangat berupaya untuk membersihkan diri dan melakukan kebaikan. Nasuha berasal dari akar kata "Nashihah" (nasihat). Yang bermaksud keinginan seseorang untuk memberikan kebaikan kepada orang lain.


Ketika kita berkata, "Agama adalah nasihat." maksudnya mengharapkan kebaikan untuk orang lain, mencintai kebaikan untuk mereka, serta menuntun mereka untuk tidak menyimpang. Karena itu, dakwah menuju Allah ﷻ dan Rasul-Nya adalah salah satu konsekuensinya.

Dalam kondisi demikian, yang harus dilakukannya adalah kembali berpikir dan merenung seraya berkata, "Aku tidak mungkin begini kecuali karena jauh dari-Nya. Maka, tidak ada keselamatan bagiku kecuali aku kembali kepada-Nya."

Seorang pemuda mengatakan hal itu kemudian berusaha memperkuat hubungannya dengan Allah ﷻ. Upaya ini merupakan satu sisi dari tobat nasuha.

Ada ayat tentang tobat nasuha seruan kepada kaum mukmin.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS. At-Tahrim :8)

Atau, membaca doa-doa yang intinya mengungkapkan penyesalan. Ada doa dari Rasulullah ﷺ yang disebut dengan sayyid al-istigfar (penghulu istigfar) dan dibaca di waktu pagi dan siang.

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أِنْتَ

"Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah. Engkaulah yang telah menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Dengan segenap kemampuanku, aku akan tetap setia pada perjanjian-Mu dan janji-Mu (sedapat mungkin aku akan setia untuk tetap mengesakan-Mu, dan percaya pada kebenaran janji-Mu padaku pent). Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan-keburukan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. Dan aku pun mengakui dosa-dosa yang telah aku perbuat. Maka, mohon berilah aku ampunan, karena sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."

Postingan terkait:

loading...